PENDAPAT I antara demokrasi dan dekorasi I Binjai Ipnu News I
R.H.HSB I
Dekorasi adalah setiap
bagian dari perlengkapan dekor panggung teater adalah bentuk pemerintahan di
mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang
dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara
berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan,
pengembangan, dan pembuatan hukum.
Demokrasi mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan budaya yang memungkinkan adanya
praktik kebebasan politik secara
bebas dan setara.
Dalam hal ini pandangan saya pengkritik berada diposisi benar akan
mengahasilkan pemerintahan yang bersih dan maju, hal kritik bukanlah
menjatuhkan yang sering kita lihat di medsos seperti Jayapos dan lainya,
ktitikan itu pesan yang tidak tersampaikan dengan nada emosi dan pikiran yang
sangat emosi, di wajibakan kepada par pejabat gar menahan emosi dan mengkaji
apa yang dikrtik seperti Jonru Ginting dia memberikan informasi yang tepat dan
untuk membangunkan pemerintahan saat ini, FPI dan Lainnya adalah pengkritik yang
sifatnya membangun bukan menjatuhkan, sedangkan dekorasi mereka sengaja
membenturkan antara pemberi pesan kepada pemerintah dan menahanan demokrasi ( dari
rakyat untuk rakyat dan demi rakyat ).
·
Pengkritik adalah warga yang
berdemokrasi
·
Yang dikritik adalah pemerintah
pekerja pembangunan
·
Demokrasi adalah ideologi negera
·
Dekorasi adalah pemain dalam adegan
pernikahan
·
Bagaimana caranya bagus dan cantik
tidak memikirkan bagaimana berbagi dan memberi solusi
Dalam hal ini, yang paling penting di Negeri ini adalah pengkritik
berbahasa yang sopanlah, berpendidikan yang sopanlah, dan berprilaku sopanlah,
bahkan pendekorasi politik berbagilah dekorasianmu, berpihaklah kepada orang
banyak dalam dekorasimu, serta pikirkanlah dekorasianmu itu supaya berpihak
kepada orang banyak.

