Binjai Ipnu News --
Presiden Donald Trump mengecek delapan pilihan model tembok perbatasan yang
akan dibangun di sepanjang perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko.
"Tembok perbatasan ini benar-benar salah satu garis pertahanan kita," ujar Trump sambil berdiri di salah satu model tembok di California, Selasa (13/3).
Bersama kepala staf kepresidenan, John Kelly, dan Menteri Dalam Negeri, Kirstjen Nielsen, Trump kemudian membahas kelebihan dan kekurangan dari setiap model.
Baca Juga Kankemenag Kota Binjai Dilantik |
Untuk membangun tembok ini, Trump sudah mengajukan
anggaran sebesar US$18 miliar kepada Kongres. Namun, jumlah tersebut masih
menjadi perdebatan.
Di sisi lain perbatasan, tepatnya di Tijuana, Meksiko, para penduduk menertawai rencana Trump membangun tembok perbatasan untuk membendung imigran gelap.
"Tembok itu hanya akan menghamburkan uang. Orang akan tetap menyeberang, lewat sini, sana, dan dari mana-mana," ucap salah satu warga, Salome Pacheco, kepada Reuters.
Dalam kunjungan pertama ke California ini, Trump pun
meminta negara bagian dengan mayoritas pendukung Partai Demokrat itu agar tidak
menjadi daerah yang melindungi imigran ilegal.
Trump kemudian kembali mengutarakan kekecewaannya atas Los Angeles, San Francisco, dan sejumlah kota besar lainnya karena melindungi imigran ilegal yang pernah melakukan kejahatan.
"Mereka melindungi pelaku kriminal. Kalian tidak bisa melakukan itu," ucap Trump.
Gubernur
California, Jerry Brown, sendiri sudah menandatangani hukum yang melarang
polisi menanyai status imigran dan mengurangi kerja sama aparat hukum dengan
petugas imigrasi.
Baca Juga Kegiatan IPNU Akhir Tahun 2017
Pekan lalu, Kementerian Kehakiman AS melayangkan surat tuntutan terhadap California yang danggap melanggar Konstitusi dan membahayakan agen federal karena meloloskan undang-undang untuk melindungi imigran ilegal.
Baca Juga Kegiatan IPNU Akhir Tahun 2017
Pekan lalu, Kementerian Kehakiman AS melayangkan surat tuntutan terhadap California yang danggap melanggar Konstitusi dan membahayakan agen federal karena meloloskan undang-undang untuk melindungi imigran ilegal.
Sebagai pembelaan, Brown mengatakan bahwa hukum itu ditandatangani setelah ia berkonsultasi dengan kepolisian. (has)
Klik Info Penting

